FanFiction : So Far Away


Judul          : So Far AwayGenre         : Angst, Tragedy
Cast              : Kyuhyun, Girl
Length       : Drabble
Author      : VianPumpkins

Annyeong…. Fanfic drabble ini sebenernya buat ulangtahun Kyuhyun Oppa, secara, tanggal bikinnya hampir sama sih…

Ini fanfiction drabble tersingkat yang pernah aku buat. Maaf jika ada typo(s) atau ada EYD yang tidak jelas. Mian kalau ceritanya membosankan, bikin ngantuk, ato yang lainnya. Don’t be Silent Reader and Give Comment please… Don’t be PLAGIATOR, and respect my hardwork… ^^

Happy Reading

Aku panasaran, apa yang kaulakukan di sini sendirian. Yang lainnya sudah kembali ke rumah masing-masing tapi kau masih saja keras kepala untuk tetap tinggal di sini.

Ini sudah malam, Kyu. Sebaiknya kau cepat pulang sebelum kau sakit. Aku tidak apa-apa di sini. Aku akan baik-baik saja. Kau hanya perlu menjaga dirimu dan kau akan merasa seolah tidak terjadi apapun. Aku sedih melihatmu yang terus murung itu. Wajahmu yang terlipat karena berlipat kesedihan yang menderamu. Kau harus menjadi kuat, Kyu. Kumohon jangan menjadi namja yang lemah di hadapanku kali ini saja. Aku akan sangat sedih jika kau meneteskan air mata. Aku tahu kau itu tidak akan dengan mudah menangis.

Dan kali ini aku mengutuk diriku sendiri karena membuat namja-ku menangis.

Aku bisa mendengar setiap hembusan napasmu di sekitarku. Aku bisa mendengar bisikanmu meskipun itu hanya setipis bulu. Aku melihatmu, aku merasakan hadirmu, aku menghirup udara yang kau pakai, dan aku hidup untukmu. Semua yang kulakukan selama ini selalu membuktikan bahwa aku sangat mencintaimu, kau tahu itu.

Berharap kau bisa merasakan sosokku di sekitar sini. Cho Kyuhyun, kau adalah namja yang istimewa. Namja yang selalu memberiku kekuatan untuk melawan dunia. Memberiku harapan bahwa aka nada kehidupan yang lebih baik nantinya. Akan ada hari di mana keinginanku akan terwujud. Dan aka nada saat di mana aku dan dia berdiri bersama sambil menggenggam tangan satu sama lain. Bersumpah akan selalu mengasihi hingga maut memisahkan kami.

Maafkan aku, tapi sepertinya harapan terakhir kita itu tidak akan pernah bisa terwujud.

Aku masih mendengarmu menangis. Suaramu terasa sangat menyedihkan. Penuh dengan rasa sakit dan penderitaan.

Maafkan aku, aku tidak bisa mendekat dan menyeka airmatamu.

“Aku ingin bersamamu… bisakah kau bertahan? Aku yakin kita akan bersama suatu hari nanti.”

“Kyuhyun-ah, kau tahu bahwa tidak semua harapan bisa terwujud. Kita harus berserah pada Takdir yang telah diciptakan Tuhan. Jika Tuhan menghendaki kita bersama, pasti aku akan menjadi milikmu.”

“Aku tidak peduli. Aku hanya menginginkanmu.”

“Kau itu egois, Kyu… aku tidak mau hidup dengan orang yang egois.”

“Maafkan aku. Aku hanya tidak ingin kehilanganmu. Kau harus ada di sisiku. Pokoknya kau harus bisa kulihat setiap hari. Aku menginginkanmu.”

Sepotong dialog singkat yang bisa kuingat saat ini. Aku tidak tahu kenapa otakku malah menayangkan ingatan yang membuatku merasa tidak berguna seperti ini. Aku benar-benar telah menyesal telah merusak hari spesialmu ini, Kyu… Maafkan aku.

Ulangtahunmu yang ke duapuluh enam ini, aku sangat menyesal tidak bisa mengucapkannya kepadamu. Aku tidak bisa memberimu hadiah, atau kecupan selamat seperti tahun-tahun sebelumnya. Aku tidak lagi bisa membangunkanmu tengah malam untuk sekedar memberi ucapan selamat ulang tahun agar aku menjadi orang pertama yang mengatakannya. Aku tidak lagi bisa membisikkan kata ‘Aku mencintaimu, Kyu. Saengil Chukkae.” Lagi saat tanggal 3 Februari tiba. Maafkan aku.

Dan kini akulah yang memberimu hadiah yang tak akan pernah kaulupakan seumur hidupmu. Bukan hadiah yang hebat dan indah melainkan sebuah luka yang tidak akan bisa hilang. Maafkan aku yang hanya bisa menjadi bayangan hitam di hidupmu. Maafkan aku yang memberikan hadiah terburuk untukmu.

Kau masih saja berdiri di samping makamku ini. Entah sudah berapa jam kau berdiri. Aku kasihan melihatmu, Kyu… pulanglah dan hangatkan tubuhmu yang hampir membeku itu. Jangan tunjukkan wajah sedihmu karena itu bisa membuat lubang di hatiku. Aku sudah cukup merasa sedih pada pengorbananmu itu, tapi Tuhan berkehendak lain.

Penyakitku ini tidak bisa disembuhkan, dan aku sudah menyerahkan seluruh hidupku untuk menanti kematian.

Tapi aku sama sekali tidak menyangka jika aku akan pergi tepat pada hari ulang tahunmu… Maafkan aku.

Aku mencintaimu… Aku akan tetap mencintaimu meskipun kita sudah berbeda dunia. Aku tetap mencintaimu walau aku sadar kau tidak akan pernah bisa melihat sosokku lagi. Aku tetap mencintaimu walaupun kau kelak akan mendapatkan penggantiku. Aku tetap mencintaimu meski kau mulai melupakanku. Dan aku mencintaimu walau aku sudah tidak ada di sisimu lagi.

Aku akan menunggumu di sini, Kyu. Aku sudah menyiapkan tempat spesial untukmu di sini, juga di hatiku. Aku percaya jika kita aka bersatu, meski bukan di dunia itu lagi. Aku menunggumu.

Saranghaeyo, Cho Kyuhyun. Saengil Chukkahamnida…

..0O0.. END ..0O0

4 Komentar (+add yours?)

  1. niaicloud3424
    Jan 29, 2013 @ 11:56:31

    sad banget TT____TT

    Balas

  2. HyeraLee
    Jul 17, 2014 @ 11:01:20

    Annyeong aku reader baru d sini^^ hahah.. aku telat bgt komen’y xD..
    Woah~ story’y bikin nangis ㅠㅠ btw ni wordpress masih jalan kah?? Kok last publish’y tahun kmaren.. sayang bgt..

    Balas

    • Vhian CassieYJS
      Jul 24, 2014 @ 20:36:36

      annyeong HyeraLee
      berhubung saya lagi persiapan kelulusan, jadi blog ini agak nggak saya perhatiin… maaf ya atas ketidaknyamanannya😀
      blog ini sedang dalam masa hiatus😦
      saya seneng banget masih ada yg mau berkunjung ke blog ini meskipun saya udah gak sering aktif lagi.😀

      Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: