FanFiction : It Hurts


Judul           : It Hurts
Genre          : Angst, Tragedy
Cast              : Girl, Lee Donghae
Length        : Drabble
Author        : VianPumpkins

Ini FF drabble ku yg entah keberapa, nggak pernah ngitung sih.. Awalnya cuma iseng-iseng nulis hal galau, eh malah jadi cerita.. kkk~ Silakan baca… ^^

..~~o~~..

Aku mengerti, sampai kapanpun aku tidak akan pernah memiliki hatinya. Meskipun aku sudah mengorbankan segalanya, tapi akhirnya aku sadar bahwa di dalam hatinya sama sekali tidak ada aku. Kosong, hilang, aku seperti kehilangan arah. Hidup yang kutujukan padanya telah lenyap, berganti menjad hidup yang begitu mengerikan karena aku tidak akan pernah lepas dari belenggu perasaanku terhadapnya. Aku sudah benar-benar gila.

Jiwaku yang sudah mati ini tidak bisa kubangkitkan kembali, tenggelam ke dasar belenggu kesepian yang entah mengapa menjadi begitu akrab dengan keseharianku. Hari-hari yang kuisi hanya dengan rintihan rasa sakit di hatiku. Benar, ini sakit. Ini begitu menyakitkan.

Pernahkah ia menyadari bahwa dunia ini begitu sempit? Aku sama sekali tidak menyangka bahwa orang yang selama ini kucintai ternyata lebih memilih seorang wanita yang lebih sempurna dariku. Lebih cantik, lebih anggun, lebih kaya, lebih berkelas, lebih segala-galanya dariku. Aku diam, aku sendiri, tidak akan pernah berakhir.

Kesakitan ini sangat kurasakan. Bagaimana jadinya hidupku jika aku terus memikirkanmu? Aku tidak bisa makan dengan baik. Semua makanan yang masuk ke dalam mulutku rasanya hanya mampu membuatku merasa sangat tidak berguna. Bagaimana bisa aku hidup jika seluruh jiwaku sudah kau bawa pergi?

Hey, sudah kukatakan berulang kali bahwa kau adalah napasku. Hilang napas berarti hilang hidupku. Dan jikapun kau hilang, apa aku masih bisa bernapas? Seluruh hidupku sudah kutujukan padamu, tapi mengapa kau dengan mudahnya mencampakkan segalanya? Pikirkanlah kembali, apa aku masih berarti bagimu?

Sudah kubilang, berhentilah melangkah semakin jauh dariku. Mendekatlah. Agar aku bisa merasakan hembusan napasmu di leherku saat kau memelukku. Agar aku bisa makan dengan baik. Agar aku bisa hidup dengan baik. Agar aku bisa mengerti apa itu cinta. Agar kau tidak bisa pergi lagi dariku. Selamanya, kau yang menjadi satu di sini, ya di sini, di dalam hatiku.

Sudah kubilang, kepergianmu itu membunuhku. Kau mau bukti? Baiklah akan aku jelaskan padamu.

Itu kenapa kau melihatku berdiri memegang pisau besar berlumur darah. Darahku. Darah dari pergelangan tanganku. Dan tangan kiriku menggenggam secarik kertas bernodakan darah yang bertebaran.

Aku tersenyum. Aku senang bisa melihatmu di penghujung usiaku. Kau tidak usah khawatir, aku akan pergi dengan mengambil kembali hatiku yang telah kutitipkan padamu. Aku akan pergi dengan damai, tidak akan membuatmu menangis atau semacamnya. Kau bisa tersenyum lega karena orang di masa lalumu ini sudah pergi.

Selamat tinggal.

Mungkin hanya itu yang bisa kuucapkan. Kata-kata terakhirku sebelum aku lenyap. Sebelum aku hilang dan terkubur dalam kenangan. Sebelum aku benar-benar kehilangan nama serta hidup yang sudah di ujung tanduk ini.

Tubuhku yang lemas ini semakin jatuh dan jatuh. Membuat kepalaku menyatu dengan bumi. Darah di pergelangan tanganku yang menganga ini begitu menghibur. Tenang saja, tidak ada rasa sakit yang kurasakan. Hanya ada rasa bahagia yang meletp-letup karena akhirnya aku bisa menemukan cara agar semua pesakitan ini hilang. Aku baik-baik saja.

Kelopak mata yang berat ini ingin sekali menutup. Aku lelah, sangat lelah. Aku ingin tidur. Aku ingin mengistirahatkan tubuh ini ke dalam tidur panjang. Tidur dan tak akan pernah bangun kembali. Mengakhiri hal yang dinamakan ‘hidup’. Kembali menyatu, kembali bergabung dengan tanah. Kembali merasakan ketentraman yang sejati. Kembali memulai dari awal, kembali membangun hatiku.

Tapi aku tidak akan kembali padamu.

Seulas senyumku kuhadiahkan untukmu. Senyum terakhirku. Dan kuharapkan ini adalah senyum yang tidak terlalu aneh untuk kau lihat. Kuharap, senyum ini bisa menghilangkan segala kenangan tentangku di otakmu.

Lee Donghae, selamat tinggal.

..o0o.. END ..o0o..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: