Fanfiction : The Curse (part 1/2)


423273_206611432797114_627357662_n

 

 

 

 

 

 

Title   : The Curse part 1/2

Genre   : Romance, Fantasy, Angst

Cast   : Cho Kyuhyun, Jung Shikyo, Kim Jongwoon

Annyeong… ada FF baru nih… ^^ sebenernya FF ini mau aku ikutin special event di SJFF2010, tapi karena puanjaang.. jadi gk jadi😥

Okelah, nikmati FF ini, dan jangan lupa beri komen seiklasnya… Don’t be silent readers, okay? I’ll be proud if you’re not Silent Reader *halah apaan*

Happy Reading^^

 

Mwo? Kau sebut aku kutukan? Yak! Cho Kyuhyun! Awas kau!”

“Memang benar kau itu kutukan!”

“Atas dasar apa kau berani menyebutku seperti itu?”

“Tak perlu memakai alasan. Hanya melihat wajahmu saja, semua orang akan tahu kalau kau itu kutukan. Hahahaha!”

Yak! Cho Kyuhyun! Jangan lari kau! Kau ingin mati, heh?”

 

..o0o..

 

Matahari sudah terbenam di ujung barat cakrawala. Seoul yang mulai gelap ini telah bermandikan cahaya-cahaya lampu yang menerangi seluruh penjuru kota. Semua aktivitas yang dilakukan oleh anak-anak muda sepertinya mula tampak. Bagi pasangan aneh ini―Kyuhyun dan Shikyo—mereka menghabiskan petang yang indah ini dengan saling melempar ejekan.

“Kyuhyun-ah, tarik ucapanmu kalau kau masih mau hidup!” Shikyo mengancam Kyuhyun main-main.

Aniyo!” balas Kyuhyun dengan tatapan jahil.

Shikyo menghela napas panjang. Ia terlalu lelah berdebat dan bertengkar dengan namja maniak game ini. meskipun Kyuhyun yang merupakan kekasihnya ini sangat cerdas, tapi kehebatan otaknya itu tertutupi oleh tingkah jahilnya. Selalu menggoda dan menggoda Shikyo, hingga gadis ini sering malas jika bersama Kyuhyun. Meskipun begitu, bohong jika mengatakan bahwa Shikyo tidak mencintai Kyuhyun.

“Cepat habiskan cappuccino-mu dan segera kuantar kau pulang!” Kyuhyun sudah mulai bosan dengan tempat itu.

Shikyo mendengus. “Aish, kau itu kenapa sih? Ini baru jam setengah enam. Kenapa kau buru-buru ingin pulang? Apa… Kau ada acara setelah ini?” Shikyo mulai curiga. Ia memincingkan tatapannya ke Kyuhyun.

Aniyo! Aku hanya lelah, aku ingin tidur lebih awal. Cepat habiskan!” kesabaran Kyuhyun mulai habis.

Shireo! Jika kau ingin pulang sekarang, pulanglah! Aku bisa kok pulang sendiri!” Shikyo menolak dengan tegas. “Lagipula kenapa kau sekarang mudah lelah sih? Padahal kan tadi kita hanya jalan-jalan di Lotte World saja. Apa itu melelahkan seorang Cho Kyuhyun? Cih, aneh.” Sekali lagi Shikyo mendengus meremahkan.

Kyuhyun benar-benar telah kehilangan kesabaran. Dengan cepat ia menyambar cangkir cappuccino milik Shikyo dan ia minum sampai habis. Shikyo yang melihat tingkah nekat Kyuhyun hanya bisa membulatkan matanya kaget.

Ya! Kenapa kau habiskan cappuccino-ku? Jika kau ingin tinggal pesan saja bisa, bukan? Tidak usah meminum milik orang lain! Dasar tidak sopan!” geram Shikyo merasa jengah dengan Kyuhyun. Sedangkan namja ini hanya terkekeh sebentar sebelum akhirnya dia kembali serius.

Kyuhyun menarik tangan Shikyo dengan paksa, tanpa melukai Shikyo sedikit pun. “Kajja, kita pulang!”

Aish, chankkanman! Aku harus membayar cappuccino ini dulu!” Shikyo melepas paksa tangannya dari genggaman Kyuhyun.

Kyuhyun menggertakkan giginya sebal. “Arra, palli!”

Shikyo beranjak dari kursi dan menuju kasir untuk membayar. Di lain tempat, Kyuhyun tampak tak sabar menunggu Shikyo yang menurutnya sangat lama dan mengulur-ulur waktu. Dan segera setelah Shikyo kembali, ia kembali menarik lengan gadisnya itu untuk masuk ke dalam mobil.

Shikyo mulai tidak nyaman. “Kyuhyun-ah, bisakah kau memperlakukan aku dengan sedikit lebih lembut? Lihatlah, pergelangan tanganku sampai merah gara-gara cengkeramanmu.” Shikyo memandangi bekas merah di tangannya sendiri. Sesekali meringis saat menyentuhnya.

Kyuhyun segera meraih tangan Shikyo yang terluka dengan lembut, membelainya pelan. “Mian.” Ujarnya singkat kemudian mulai menjalankan mobilnya.

Shikyo hanya menggerutu kesal. Aneh juga karena akhir-akhir ini Kyuhyun bersikap protektif  padanya. Sikap protektif Kyuhyun yang sedikit berlebihan ini membuat Shikyo kurang nyaman. Dia merasa bahwa Kyuhyun sudah seperti Eomma dan Appa nya saat masih hidup dulu. Terlalu mengekang dan membatasi.

Tapi Shikyo tidak mau ambil pusing mengenai hal itu. Hanya dia dan Kyuhyun, itu yang terpenting. Meskipun dia sadar bahwa sikap namjachingu-nya ini lebih dingin dari biasanya, ia tidak peduli.

 

..o0o..

 

“Kita sudah sampai, bangunlah.” Kyuhyun menggoyang-goyang bahu Shikyo dengan pelan agar yeoja ini terbangun. Shikyo ternyata tertidur dalam perjalanan. Yeoja ini kemudian menatap jendela dan memang benar ia kini sudah berada di depan rumahnya.

Eumh, jam berapa sekarang?” tangan kanan Shikyo bergerak untuk mengucek matanya. Kemudian ia menggeliat pelan.

Terdengar hembusan napas Kyuhyun yang berat. “Ini sudah jam tujuh malam. Cepatlah masuk.” Perintah  Kyuhyun tegas. Shikyo melirik Kyuhyun dan menyadari ekspresi namja ini mengeras. Setengah heran, Shikyo mencoba bangkit.

Aigoo… kepalaku pusing.” Shikyo memegangi dahinya karena terasa denyutan kuat di kepalanya. Ia mengernyit untuk mengenyahkan rasa sakit.

Kyuhyun menangkup wajah Shikyo dengan tangannya. “Gwaenchana?” tanyanya dengan cemas.

Shikyo mengangguk lemah. “Ne, gwaenchanayo. Hanya sedikit pusing.”

“Akan kubukakan pintu mobil untukmu.” Kyuhyun segera turun dari mobilnya dan membukakan pintu untuk Shikyo, lalu memapah yeoja ini untuk keluar secara halus dari mobil.

Gomawoyo…” Shikyo mengecup singkat bibir Kyuhyun lalu berjalan memasuki pagar. Shikyo berusaha menyembunyikan wajahnya yang merona merah dari Kyuhyun, yeoja ini tersenyum malu.

Kyuhyun tertegun sebentar, merasa kaget pada apa yang dilakukan Shikyo barusan. Ia tersenyum, lalu dengan langkah pasti, ia kembali masuk ke dalam mobilnya. Kyuhyun terdiam sebentar, lalu menyentuh bibirnya yang tadi dikecup Shikyo.

“Menarik.” Ujarnya singkat sambil tersenyum simpul, lalu mulai mengendarai mobilnya ke rumah Kyuhyun.

 

..o0o..

 

Usai memarkirkan mobilnya di garasi mobil di sebelah rumah, Kyuhyun segera memasuki rumahnya yang tampak sepi. Ia melepas sepatunya dan menggantung jaket hitam panjangnya. Melangkah menuju dapur dan meneguk segelas air putih dingin dari dispenser. Ia kemudian berjalan lagi ke ruang tamu untuk memilih buku bacaan waktu senggangnya.

“Kau belum juga membunuhnya?” suara itu datang lagi. Tanpa Kyuhyun menoleh ke sumber suara, ia sudah tahu dengan jelas siapa yang berbicara itu. Kim Jongwoon. ‘Kakak’ tirinya saat ini.

Kyuhyun tidak mendengarkan pertanyaan Jongwoon. Dia punya beberapa alasan. Pertama, Kyuhyun terlalu malas untuk berbicara pada obyek tembus pandang itu, menjengkelkan karena dia pasti yang akan dipojokkan.

Dan alasan kedua adalah, ia tidak memiliki jawaban dari pertanyaan ‘kakak’nya itu.

Ya! Jawab pertanyaanku ini, Kyu!” Jongwoon mulai kesal.

“Belum.” Kyuhyun masih tidak mengalihkan perhatian pada buku yang ia baca.

Terdengar suara seseorang mendengus. “Lalu kapan, huh? Apa kau begitu lemah dengan gadis itu?” Jongwoon meremehkan.

“Aku malas berdebat denganmu, hyung. Jangan ganggu aku, arraseo?” Kyuhyun mulai malas dengan tingkah hyung-nya yang serba ingin tahu ini.

Jongwoon turun dari meja pantry yang ia duduki saat ini. Lalu dengan langkah tenang, ia duduk di sofa di depan Kyuhyun. Kyuhyun benar-benar mengacuhkan kehadirannya. Bahkan saat Jongwoon sengaja menumpahkan air minum Kyuhyun, namja berambut cokelat ini tidak menoleh.

“Kenapa belum membunuhnya? Jika aku yang diberi tugas itu, aku bisa membunuhnya di hari pertama. Sedangkan kau, ini sudah purnama yang kelima, tapi dia belum juga kau bunuh. Ada apa denganmu, huh?” Jongwoon tertawa sinis sekaligus meremehkan Kyuhyun.

Kyuhyun diam beberapa saat. “Aku membutuhkan waktu untuk adaptasi, Hyung. Kau tahu kan, manusia dengan lingkaran kematian di matanya itu sangat sulit didekati.” Bantah Kyuhyun.

“Selalu jawaban yang sama sejak dulu. Bukankah kau sudah menjadi kekasih Shikyo? Jadi, itu bukan dekat namanya? Kau sudah sukses menjalankan rencanamu, Kyu. Dan sekarang kau hanya tinggal mengeksekusinya saja.” Tatapan Jongwoon berubah bengis.

Kyuhyun menghela napasnya, mencoba menetralkan emosinya. “Aku akan melakukan itu, tapi tidak dalam waktu dekat ini. Aku belum siap.”

Jongwoon langsung berdiri begitu mendengar ucapan Kyuhyun barusan. Kaget sekaligus tertarik dengan hal barunya ini. “Kau jatuh cinta padanya? Shikyo?”

Kyuhyun hanya diam tak menjawab terkaan kakaknya ini. ia sungguh malas berdebat dengan sosok mirip bayangan yang sedang mengajaknya mengobrol ini, walaupun cara makhluk ini mengobrol lebih mirip meng-interogasi. Ingin sekali Kyuhyun menonjok wajah mulus Jongwoon, tapi ia tahan. Karena Kyuhyun tak akan pernah bisa mendaratkan pukulannya di wajah Jongwoon yang tembus segala hal. Pukulannya akan menembus wajahnya dan tidak akan melukai wajah Jongwoon atau bagian tubuh lainnya.

Aigoo, Kyu. Tidak kusangka seorang kesatria yang kuat sepertimu bisa jatuh cinta pada gadis kutukan itu. Kau itu sungguh lemah ternyata. Pada yeoja yang biasa seperti itu saja kau bisa jatuh cinta. Apa hebatnya dia…” Jongwoon mulai berceloteh.

Merasa semakin panas karena ejekan Jongwoon, Kyuhyun melemparkan buku yang ia baca itu dengan keras ke muka Jongwoon. Tapi itu hanya sia-sia saja. Buku tebal itu tembus begitu saja dari wajah Jongwoon, terlempar jauh hingga membentur dan membuat lukisan replika Monalisa jatuh dari gantungannya.

Ya!” Jongwoon tampak sedikit marah.

Kyuhyun bangkit dai duduknya, memandang Jongwoon dengan berapi-api.

Hyung, aku tidak peduli kau mau menghinaku seperti apa, aku tidak akan marah atau bahkan melawan. Tapi aku minta jangan sekali-kali kau menghina Shikyo di hadapanku. Atau aku tidak akan segan-segan melawanmu!” Kyuhyun terlihat serius dengan ucapannya.

Jongwoon sekarang meyakini argumennya. “Ternyata kau benar-benar sudah mencintai Jung Shikyo. Perlu kau tahu, Kyu. Kau sama sekali tidak boleh memiliki perasaan itu. Kelompok kita dilarang keras jatuh cinta pada manusia kutukan itu. Pada akhirnya kau sendiri yang akan terluka karena harus menyaksikan manusia kutukan itu mati di hadapanmu sendiri.” Jongwoon berkata dengan lirih.

Kyuhyun mengepalkan tangannya erat-erat. “Aku tahu apa yang aku lakukan. Jadi kau diamlah saja, Hyung.” Kyuhyun mulai sedikit marah karena Jongwoon terlalu ikut campur dalam urusan pribadinya.

Wajah Jongwoon berubah sedih. Ia melangkah maju dan duduk di sofa sebelah adiknya. Dipegangnya bahu Kyuhyun dengan lembut.

“Kyu, kau harus sadar akan hal itu. Jika Raja tahu apa yang kau rasakan, kau bisa terbunuh. Hilangkan perasaanmu dan segera kau bunuh dia. Sebelum kekuatan Shikyo bertambah besar.” Jongwoon berbicara dengan lembut. Wajah cemasnya tampak kontras dengan aura gelap di tubuhnya.

“…” Kyuhyun tidak menjawab, ia tundukkan wajahnya. Menyembunyikan wajahnya yang telah basah oleh air mata. Dia terisak pelan. Merasakan rasa sakit yang sangat di dadanya. Membayangkan orang yang kita cintai mati di tangan kita sendiri? Bukankah itu sangat menyakitkan? Apalagi jika orang itu sudah benar-benar menjadi bagian dari napas kita.

“Aku tidak akan melaporkanmu ke Raja, Kyu. Bagaimanapun juga kau adalah saudaraku. Aku akan melindungimu.” Ujar Jongwoon sebelum akhirnya ia memeluk adiknya untuk menenangkan. “Kau harus menghentikannya malam purnama ini. Dia pasti berkeliaran lagi tengah malam untuk membunuh orang. Kekuatanku sedang melemah, jadi aku tidak bisa membantumu menghentikannya. Mian.”

Kyuhyun mendongakkan kepalanya untuk menatap Hyung-nya. “Gwaenchana,Hyung. Aku bisa melakukannya sendiri.” Kyuhyun tersenyum tipis.

Jongwoon mengangguk. “Eum. Sepertinya aku harus meditasi untuk menambah kekuatanku. Hati-hatilah, Kyu. Malam ini bulan purnama penuh, jadi gadis itu menjadi sangat kuat. Kau tidak harus membunuhnya malam ini, cukup menghentikannya saja.” Nasehat Jongwoon.

Kyuhyun tersenyum tipis. “Ne, arraseo. Gomawoyo, Hyung.”

Jongwoon ikut tersenyum sebelum akhirnya bayangannya hilang dengan sendirinya.

Kyuhyun kembali memakai sepatunya, kemudian ia mengenakan jaket hitamnya kembali. Kyuhyun bergegas keluar rumah menuju garasi dan mengeluarkan mobil hitam kebanggaannya. Ia mengendarai mobilnya menuju rumah Shikyo, meskipun perjalanan yang ditempuh lumayan lama.

 

..o0o..

 

Jam di pergelangan tangannya sudah menunjukkan pukul sepuluh lebih duapuluh lima menit. Kyuhyun menepikan mobilnya di pinggir rumah Shikyo yang tampak lengang. Dia membuka pagar rumah itu yang tidak pernah dikunci Shikyo. Dengan cekatan, ia melangkahkan kakinya menuju teras rumah. Mengatur napas sebentar lalu mengetuk pintu.

Tok..tok..tok..

“Shikyo-ya?” panggil Kyuhyun dengan cemas. Hening. Tidak ada jawaban apapun dari Shikyo.

Dengan penasaran, dibukanya pintu depan itu dengan perlahan. Tak dikunci! Ke mana dia? Kyuhyun berjalan lagi menuju kamar, dapur, ruang tengah, dan semuanya kosong! Kyuhyun langsung menyadari bahwa Shikyo sudah mengalami perubahan dan sedang berkeliaran di luar. Tidak bisa dibiarkan!

Dengan secepat kilat, Kyuhyun masuk kembali ke dalam mobilnya. Mengendarai mobil itu untuk mengelilingi kota Seoul yang tampak lengang di tengah malam begini. Berbahaya! Shikyo sudah lepas! Tidak bisa dibiarkan! Pasti akan ada lagi yang terbunuh malam ini. Dan semoga saja Kyuhyun tidak terlambat mengatasinya.

 

..o0o..

 

“Terimakasih atas kunjungannya, silakan datang lagi!”

Seorang namja berbadan tegap terlihat keluar dari kedai ramen kecil di pinggir jalan. Dengan langkah lambat, ia berjalan pulang menyusuri jalanan yang mulai sepi dan hanya diterangi oleh beberapa lampu jalanan di sekitar situ. Memandangi setiap bangunan tua di pinggir jalan yang cat dindingnya sudah mulai luntur dan berwarna kelabu di malam yang cukup dingin ini.

Sambil bersiul-siul ria, namja itu tetap berjalan dengan santai sambil menenteng ramen yang ia bungkus dari kedai tadi. Ia sesekali menggumamkan lirik lagu dari penyanyi terkenal. Namja ini tidak menyadari bahwa ada bahaya yang sedang menantinya.

Uriga mannage doen nareul chukbokhaneun I bameun..” nyanyian namja itu terhenti seketika saat melihat sekelebat bayangan yang melintas di depannya.

Dengan setengah takut, namja ini mendekati celah kecil di antara dua gedung tempat bayangan tadi terlihat.

“Siapa di sana?” takut-takut, namja ini mengeluarkan suara.

Hening. Tak ada suara sama sekali. Pria itu terus berjalan ke depan. Jantungnya berdegup cepat seakan firasatnya menentangnya melakukan hal berbahaya seperti ini. namun pada dasarnya namja ini memang serba ingin tahu, rasa penasarannya ini mulai mengalahkan rasa takutnya.

“Kosong! Aneh sekali, padahal jelas-jelas tadi aku melihat orang di sini.” Gumam namja itu pelan. “Aish, membuang waktu saja. Aku harus segera pulang sebelum ramen ini dingin.” Lanjutnya.

Shikyo mengintai dari balik tembok yang cukup jauh dari namja itu. Bola mata birunya terlihat kontras dengan ekspresinya yang seperti kelaparan. Kedua tangannya mengepal dan menunjukkan kalau dia sedang marah. Ditatapnya tajam namja itu dengan mata birunya.

Dengan secepat kilat, ia menerjang pria itu. Mencengkeram leher sang pria seperti mencekiknya.

“Arrrggghhh!!! Lepas…kan a..ku!” jerit namja itu kesakitan. Matanya dengan liar mulai mencari pelaku yang telah dengan sadisnya mencengkeram leher putihnya.

“Hush! Diamlah, Hwang Yongdae!” geram Shikyo merasa kesal karena perkataan Yongdae itu.

Yongdae tertegun, ia bingung darimana gadis ini tahu namanya. Ia gemetar, tidak tahu harus berbuat apa. Tangan yang mencengkeram lehernya sangat kuat. Walaupun Yongdae tahu bahwa suara itu adalah suara seorang yeoja, tapi firasatnya mengatakan ada yang aneh dengan yeoja ini karena kekuatannya bahkan melebihi seorang pria.

Shikyo memutar tubuh Yongdae hingga namja ini menghadap ke arahnya. Mata Yongdae terbelalak melihat bola mata Shikyo yang berwarna biru. Indah, namun mengerikan karena dipadukan dengan senyum Shikyo yang seolah segera mengantarnya ke kematian.

“Si-siapa kau? Da-dari mana kau tahu namaku?!” Tanya Yongdae dengan gemetar.

Salah satu sudut bibir Shikyo terangkat, membentuk senyum kejam yang mengerikan. Wajah cantik nan lembut Shikyo tampaknya sudah lenyap saat ini, berganti dengan wajah yang cantik namun terkesan kejam dan bengis.

“Pertanyaan bodoh! Aku bisa dengan mudah membaca namamu itu, Hwang Yongdae. Perlu kau ketahui, kau adalah namja yang akan masuk daftar pencarian orang di polisi setelah ini.” kata Shikyo misterius.

Yongdae mengernyit bingung. “A-apa maksudmu?” tanyanya takut-takut.

“Sebentar lagi kau akan tahu, Yongdae-ssi.” Desis Shikyo dengan nada rendah.

Detik itu juga Yongdae rubuh ke tanah. Menjerit kesakitan saat merasakan sekujur tubuhnya seperti dicabik-cabik. Ia bisa melihat dengan jelas anggota tubuhnya mengeluarkan darah segar dengan luka sayatan yang menganga lebar. Shikyo tersenyum licik.

 

To Be Continue…

 

Otte? Otte? gaje-kah? Aneh kah?

Comment ne? aku cuma pengen kalian comment aja kok, gk lebih… ^^

Gamsahamnida… ^^

4 Komentar (+add yours?)

  1. leehana15
    Feb 22, 2013 @ 15:06:27

    hai….
    aku suka cerita ini..
    cuma lebih bagus kalau ada prolognya, atau pengenalan tokoh…
    mereka itu sebenanya jenis apa..
    ^^b
    tapi bagus sumpah dech!!
    part 2 di tunggu!!
    Fighting!!^^b

    Balas

  2. vianpumpkins
    Feb 23, 2013 @ 15:30:23

    annyeong…😀
    mian baru bales skarang..
    oyaa.. prolog sbenarnya udah ada… tu pas percakapan di awal…😀
    kalo pnjelasan tokoh, aku kasih di part 2… ditunggu yaa…
    gamsahamnidaa..😀

    Balas

  3. HyeraLee
    Jul 17, 2014 @ 11:29:09

    Suka bgt ma crita yg ini.. Jadi shikyo itu makhluk ap?? Kyuppa jg bukan manusia?? Btw kok part 2 ‘y blom d publish.. padahal udah setahun lebih..

    Balas

    • Vhian CassieYJS
      Jul 24, 2014 @ 20:34:26

      mianhae, ini ada kesalahan di fanfic nya dan diperkirakan unfinished.
      makasih udah berkunjung kesini yaa.. *hug
      memang skarang blog ini udah nggak seaktif tahun lalu karena kesibukan saya😀
      silakan baca lagi fanfic saya yg lain.😀

      Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: