Fanfiction : Coagulation


Coagulation

 

Title                       : Coagulation

Genre                   : Angst… angst… angst

Cast                       : Lee Yeonjoo (OC) , Kim Jongwoon(Yesung)

Length                  : Drabble (again -_-“)

Author                  : VhianPumpkins

Recommended Song      : Super Junior – Coagulation

 

 

..o0o..

 

Jadi begini yang dinamakan sakit hati?

 

Saat kupandangi orang yang telah mendekam di hatiku selama bertahun-tahun tengah bermesraan dengan gadis lain, kenapa rasanya begitu menyakitkan? Adilkan ini? Adilkan jika hanya aku yang merasakan sakit ini?

 

Yesung.

 

Mendengar namanya saja sudah berhasil membuatku membeku. Tidak, aku tidak menginginkan ini terjadi. Jangan salahkan aku karena perpisahan itu, aku tidak melakukan sesuatu yang salah. Dia, Yesung-lah yang mengakhiri hubungan ini secara sepihak.

 

Sakitkah ini?

 

PASTI! Aku tak pernah ragu mengucapkan itu. Kala aku melihat mereka – Yesung dan gadis barunya – sedang bermesraan di hadapanku, pasti akan ada benda bening yang mengalir dari mata sembabku. Dan aku, secara menyedihkan menangis – lagi – seperti orang gila karena menginginkan hal yang telah lalu.

 

Sikap dinginmu itu, apakah kau begitu membenciku hingga kau sebegitu dinginnya kau padaku? Sikap dinginmu itu membuat hatiku beku, tak ada lagi kehangatan tersisa saat ini, hanya dingin es yang merayap mematikan hatiku yang sekarat ini. Apa yang harus kulakukan?

 

Di kedua mataku, tanpa kusadari, embun mulai membasahi.

 

Air mata, dari mana datangnya benda basah ini? Kenapa seiring dengan berjalannya waktu, butir-butir kesedihan ini makin menyeruak keluar? Bagaimana menghentikannya? Yang kini kurasakan hanya rasa sakit, tanpa kuketahui bagaimana menyembuhkannya.

 

Hatiku yang tadinya terbakar, kini kembali membeku. Ada apa denganku? Tak ada satupun salju turun dari langit Maret sekarang,tapi kenapa aku merasa seperti ada di tengah badai salju? Tubuhku membeku… tidak – hatiku membeku. Bahkan aku tak bisa mengatakan apapun. Aku tak mampu menahanmu agar tetap tinggal di sisiku.

 

Apa yang harus kulakukan? Apa?

 

Aku menatap jendela kamar, mereka berdua masih di luar. Saling berpelukan sebelum akhirnya saling menautkan bibir mereka. Tanpa peringatan, rasa sakit menusuk seluruh panca indraku, mengirimkan berbagai macam kesakitan yang rasanya tak mampu kutanggung sendiri. Kupejamkan mataku, sakit… ini menyakitkan. Tolong hentikan ini! kumohon, adakah yang bisa menghilangkan bayangan tadi dari dalam benakku?

 

Entah sudah berapa juta kali air mataku menetes untuk menangisi Yesung yang kini sama sekali tidak menatapku. Aku akui, aku memang bodoh. Diri lemah ini tak sepenuhnya menginginkan ia pergi. Air mata ini menggenang, membentuk sungai kecil di wajahku. Sungai air mata kepedihan.

 

Kenapa kau tega melakukan ini?

 

Tak mungkin kau mendapatkan penggantiku dengan begitu mudahnya, Yesung. Kalaupun iya, kau pasti hanya memilihnya sebagai pelampiasan, bukan? Kau masih ingin bersamaku, aku benar bukan? Katakan iya. Katakan iya agar aku bisa merasakan lega barang sedetik saja. Katakan bahwa kau mencintaiku, dan masih ingin melanjutkan kisah ini brsamaku.

 

Aku takut.

 

Aku sungguh takut jika aku menutup kedua mataku, bayanganmu akan langsung menghilang. Aku begitu takut, aku tidak bisa lagi bersamamu. Yesung, sadarkah kau bahwa kau begitu berharga bagiku? Aku bahkan rela mengorbankan apapun asalkan kau kembali! Kumohon, kembalilah!

 

Bagaimana ini? aku masih belum bisa melupakanmu! Apa yang akan terjadi seandainya aku tidak lagi bisa melihatmu? Apa yang akan kulakukan?

 

Wajahmu, jujur saja itu adalah hal yang paling kusukai di dunia. Hangat dan menenangkan. Teduh dan melindungi. Kau tahu bukan, semua mengenai dirimu akan terasa sangat sempurna jika kuucapkan.

 

Aku tidak bisa melupakanmu. Dan kuyakin selamanya akan seperti ini jadinya. Aku telah mencoba untuk tersenyum sebaik mungkin, sekuat mungkin, berusaha melangkah menjauh darimu, menghindar darimu.

 

Tapi kenapa air mata ini masih saja mengalir?

 

 

..o0o..

 

Sekadar pemberitahuan.


 

Aku minta maaf buat chingudeul yang – sepertinya – menunggu FF ku dengan judul ‘The Curse’ dan ‘Footsteps’ part terakhir karena FF itu TIDAK BISA KUPUBLISH.

Kenapa jadi begitu? Salahkan saja sama flashdisk ku yang hilang😥

Sebenarnya ada lumayan banyak FF yang akan kupublish hari ini, tapi FF-FF itu sudah hilang bersama flashdisk-nya. Jadi… aku sudah tidak bisa ngepost kelanjutan FF di atas karena – jujur saja – aku lupa jalan ceritanya -_-

Aku mohon maaf yaa… FF ini juga sebagai curhatanku gegara ilangnya flashdisk itu.😥

Gamsahamnida buat yang udah baca :’)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: