Fanfiction : Goodbye, Kyu!



Goodbye, Kyu!

Judul                     : Goodbye, Kyu!

Genre                   : Fantasy, Angst, Romance

Cast                       : Cho Kyuhyun

Hye                      (OC)

Length                  : Oneshot ( 6 pages , 1248 words)

Rating                   : PG-15

Author                  :  VhiianPumpkins

 

Happy Reading ^^

 

..o0o..

 

“Sepertinya aku hanya bisa malam ini saja.”

 

“Apa?”

 

“Kau tidak paham maksudku?”

 

“Ani. Bisakah kau jelaskan pelan-pelan? Aku tidak bisa mengerti ucapanmu itu, Kyu!”

 

“Dengarkan aku, ya. Waktuku di sini sudah hampir habis.”

 

“Lalu?”

 

“Aku ingin menghabiskan sisa malam ini di sini, ber-sa-ma-mu!”

 

“Yak! Kenapa harus malam ini, huh? Besok pagi aku harus kuliah! Aku tidak mau kesiangan lagi! Kau…”

 

“Yak! Bisakah kau berkorban satu malam untukku?”

 

“Memangnya apa yang akan terjadi padamu setelah malam ini?”

 

“Aku akan menghilang.”

 

“Mwo?”

 

“Aku akan pergi.”

 

“Kemana?”

 

“Ke tempat di mana kau tidak lagi bisa menemukanku.”

 

“Bisa kau beritahu aku di mana tempatnya?”

 

“Aku tidak bisa memberitahumu.”

 

“Kau… akan kembali lagi, kan?”

 

“Tidak.”

 

“…”

 

“Hye-ya, kau baik-baik saja?”

 

“…”

 

“Hye?”

 

“…”

 

..o0o..

 

Hye masih diam. Ia sama sekali tidak mau membalas setiap pertanyaan yang dilayangkan oleh Kyuhyun.

 

Malaikatnya akan pergi. Dan malaikat itu tidak akan bisa kembali lagi. Waktu malaikat itu menjaga Hye sudah habis karena Hye sudah memiliki orang lain yang bisa menjaganya.

 

Dan malam ini adalah malam terakhirnya ia melihat malaikat pelindungnya.

 

“Kenapa kau begitu kejam, huh? Bukankah kau janji akan menjadi malaikatku sampai akhir?” Hye mengerjapkan matanya, pandangan mulai terasa kabur.

 

Kyuhyun terdiam sejenak. “Ada saat di mana seorang malaikat telah menyelesaikan tugasnya. Aku sudah menyelesaikan tugasku.”

 

“LALU SIAPA YANG AKAN MELINDUNGIKU, HUH?!” Hye berteriak penuh amarah. Seketika benda bening menetes dari mata foxy nya. Dengan mulus menuruni pipi chubby milik Hye.

 

“Kau sudah memiliki kekasih yang mencintaimu dengan tulus, Hye. Aku bisa melihat kelak dia yang akan jadi suamimu.” Jelas Kyuhyun. sebisa mungkin Kyuhyun menampilkan wajah datar. Ia tidak ingin menunjukkan wajahnya yang sebenarnya di depan Hye. Walaupun suara tangis Hye membuat pertahanannya sempat goyah.

 

“Tapi aku mencintaimu, Kyu…” Hye menundukkan wajahnya hingga air mata gadis itu berjatuhan ke lantai. Ia memeluk tubuhnya sendiri yang mulai kedinginan oleh angin tengah malam.

 

Kyuhyun hanya diam di tempat. Hatinya hancur melihat yeoja yang amat ia cintai itu menangisinya. Sungguh, hal yang paling ia hindari adalah Hye yang menangis. Dan kali ini Kyuhyun merasa benar-benar gagal melindungi Hye. Ia merasa sangat tidak berguna.

 

Hye mendongakkan kepala menatap Kyuhyun. Dilihatnya sepasang sayap putih yang lebar yang tampak indah di punggungnya. Sayap itu mengepak seolah memberi tanda bahwa Kyuhyun akan segera pergi dari tempat itu. Hye menangis keras.

 

Kyuhyun menatap wajah Hye nanar. Ia melangkah gontai mendekat ke arah Hye yang berada lima langkah darinya. Ia mendekap tubuh mungil Hye dalam sepasang sayapnya yang hangat. Dan ia pun bisa merasakan kesedihan Hye yang teramat dalam itu. Kyuhyun bisa merasakannya.

 

Jika seorang malaikat bisa mengeluarkan air mata, Kyuhyun sangat berharap ia bisa menangis saat ini juga. Menumpahkan segala emosi dan rasa sedihnya dalam sebuah hal yang dinamakan tangis. Namun ia tidak bisa melakukannya. Malaikat tidak mengenal air mata, walaupun hati mereka terlalu lembut untuk merasakan kejamnya perpisahan.

 

“Saranghae. Saranghae. Saranghae…” bisik Hye di tengah isak tangis yang menggetarkan suaranya. Hanya kata itu yang sanggup melukiskan isi hatinya saat ini. Mungkin inilah kata yang paling tepat diucapkan sebelum kehilangan Kyuhyun untuk selamanya.

 

“…” Kyuhyun tidak menjawab. Ia tidak bisa menjawab pernyataan dari Hye.

 

Bohong jika Kyuhyun berkata bahwa ia tidak mencintai Hye. Tidak. Kyuhyun sangat mencintai Hye. Ia sangat mencintai Hye lebih dari dirinya sendiri. Ia rela mengorbankan apapun asalkan itu untuk kebahagiaan Hye. Meskipun termasuk merelakan perasaannya demi namja yang kelak akan menjadi pasangan hidup Hye. Ia akan lakukan itu. Meskipun ia tahu hatinya akan terluka.

 

..o0o..

 

“Apakah ini sudah waktunya…?”

 

“Ne. Mereka sudah memanggilku untuk kembali.”

 

“Jadi… kau benar-benar tidak akan kembali…?”

 

“Aniyo, mian.”

 

“…”

 

“Hye-ya…”

 

“…”

 

“Jeongmal saranghaeyo.”

 

“Eh?!”

 

“Aku mencintaimu, Hye. Aku sangat mencintaimu.”

 

..o0o..

 

 

Hye masih shock dengan pernyataan Kyuhyun barusan. Matanya membulat tak percaya. Ditatapnya Kyuhyun yang berada di depannya. Ia menatap wajah Kyuhyun lekat-lekat. Menghafalnya. Agar suatu saat ia tidak akan lupa seperti apa wajah Kyuhyun. Kemudian, ia merasakan matanya memanas, ia menunduk agar saat air matanya jatuh, Kyuhyun tidak akan melihatnya.

 

“Kenapa baru sekarang kau mengatakannya, huh?! Akan sangat menyakitkan berpisah denganmu, Pabo!” Hye tidak bisa menyembunyikan suaranya yang bergetar karena air mata. Ia kembali terisak. Menyadari tinggal beberapa menit lagi tersisa saat Kyuhyun ada di jangkauan matanya.

 

“Aku tidak ingin menyakitimu.”

 

“TAPI KAU MENYAKITIKU!! Kau tidak tahu bahwa berpisah denganmu sama halnya dengan membunuhku?!”

 

Kyuhyun menatap mata Hye dalam-dalam. “Kau tidak akan mati jika hanya berpisah denganku, Hye.”

 

Hye mendengus. “Omong kosong!”

 

“Kau akan mendapatkan kebahagiaanmu yang sesungguhnya, Hye. Aku jamin itu.”

 

“Kau pikir aku percaya?”

 

Kyuhyun terdiam sejenak. Lidahnya berusaha keras agar mengucapkan kata itu. “Dengar, Hye… aku memang mencintaimu dan seperti katamu bahwa kau juga mencintaiku. Tapi kau tidak bisa memilikiku.”

 

Hye tetap menunduk. “Apa salahnya, huh? Bukankah dua manusia yang saling mencintai diperbolehkan untuk bersama? Lalu apa lagi yang harus dipermasalahkan?” Hye berusaha menyangkal.

 

“AKU BUKAN MANUSIA, HYE!!”

 

Perkataan Kyuhyun membungkam Hye.

 

“Lihatlah, Hye! Aku punya sayap di punggungku! TIDAKKAH KAU SADAR BAHWA KITA INI BEDA!!??”

 

Hye sama sekali tidak bisa menjawab. Ia sudah tersadar.

 

Kyuhyun memegang pundak Hye. “Dengarkan aku… Aku mohon jangan menangis saat aku pergi. Berjanjilah padaku, Hye.”

 

Hye semakin menunduk. “Itu sangat sulit.”

 

“Kau bisa.”

 

“Bagaimana jika aku tidak bisa?” Hye mendongak hendak memprotes perkataan Kyuhyun.

 

“Kau bisa, aku yakin itu.”

 

“Aku akan sangat kehilanganmu, Kyu… Bagaimana mungkin aku bisa melanjutkan hidup?”

 

Kyuhyun tersenyum tipis. “Kau akan menemukan pasangan hidupmu yang sesungguhnya, Hye. Kau akan bahagia dengannya dan seiring berjalannya waktu, maka kau akan melupakanku.”

 

Hye menyeka air matanya dengan punggung tangan. “Bodoh! Bagaimana mungkin aku sanggup melupakanmu?” protes Hye.

 

“Tenanglah, itu hanya masalah waktu.”

 

Kyuhyun mendekatkan wajahnya ke wajah Hye. Dengan perlahan, ia mengecup singkat bibir mungil yeoja itu. Meskipun singkat tapi penuh dengan perasaan.

 

Hye membulatkan matanya kaget. Jarinya ia sentuhkan ke bibirnya yang baru saja Kyuhyun kecup. Ciuman pertamanya. Dilihatnya Kyuhyun hanya tersenyum simpul dengan wajahnya yang tampak selalu tenang.

 

“Saranghae…”

 

“Ne, saranghaeyo…”

 

Hye memeluk Kyuhyun erat-erat. Seerat mungkin sebelum semuanya berakhir. Ia pejamkan matanya untuk menghafal aroma tubuh Kyuhyun yang khas. Aroma kayu manis dan vanilla yang tampak mulus saat dipadukan. Aroma yang kelak akan sangat ia rindukan.

 

Tiba-tiba, yang Hye rasakan hanya kekosongan. Ia menggapai-gapa udara, tapi tidak menemukan apapun. Takut-takut, ia membuka matanya.

 

Kyuhyun sudah tak ada di sana.

 

Sudah saatnya Kyuhyun kembali.

 

Hye meraba dadanya, terasa sangat sesak di sana. Rasanya seperti ada sebongkah batu besar yang terpendam di dalamnya. Begitu menyesakkan.

 

“Pembohong…”

 

Hye bergumam pelan.

 

“Kau bohong, Kyu…”

 

Setetes air mata mengalir.

 

“Kau bilang aku tidak akan menangis…”

 

Hye meremas jantungnya.

 

“Tapi kenapa saat ini aku menangis? Kyuhyun bodoh!”

 

Hye tidak bisa lagi menahan air matanya untuk mengalir. Ia biarkan air mata itu mengalir dengan derasnya. Sederas kesedihan yang terus saja mengguyur hatinya tanpa jeda.

 

..o0o..

 

“Kyu… kenapa para malaikat punya sayap, sedangkan manusia tidak?”

 

“Eum, apakah aku harus menjawabnya?”

 

“Yak! Aku serius!”

 

“Hahaha… arra, arra…”

 

“Cepat jelaskan!”

 

“Ne. Kau tahu kan kalau setiap makhluk itu tidak ada yang sempurna?”

 

“Ne.”

 

“Nah, itulah kami. Kami memiliki sayap, tapi kami tidak bisa menangis.”

 

“Tapi bukankah lebih menyenangkan jika memiliki sepasang sayap yang indah daripada menangis?”

 

“Menurutmu seperti itu? Aish, kurasa kau salah persepsi.”

 

“Maksudmu?”

 

“Jika kau tidak bisa menangis, itu berarti kau tidak memiliki perasaan. Dan manusia itu butuh menangis untuk melampiaskan kesedihannya. Jika kau sedang sedih, apa yang akan kau lakukan, Hye?”

 

“Tentu saja menangis.”

 

“Nah, itulah mengapa tangis itu sangat dibutuhkan. Sekarang, kau masih tetap ingin punya sayap, huh?”

 

“Tentu saja aku tetap menginginkannya! Bagaimana cara mendapatkannya, Kyu?”

 

“Mudah.”

 

“Dengan berbuat kebaikan. Kau akan mendapatkan sepasang sayap yang indah di hatimu. Percayalah.”

 

..o0o..  END  ..o0o..

4 Komentar (+add yours?)

  1. Yunianur Imani AV
    Jul 22, 2013 @ 12:13:02

    waw..keren ya kakak kyuhyun memang sudah seperti malaikat di hati semua elf…

    semoga sukses !!!!🙂

    Balas

  2. Ananda
    Feb 18, 2014 @ 19:55:00

    Good .. Good .. Aku pernah baca Fanfic yang isinya .. Kyuppa itu Malaikat .. tapi Cast nya bukan Hye .. tapi Kamu .. #Ngerti ? *Kagak* .. Judulnya itu .. ” KRISTAL ?? ” .. OK deh .. segitu aja aku Coment nya .. ^_^ ..

    Balas

  3. Kris Wu My Prince ..
    Feb 18, 2014 @ 19:57:57

    Bikin yang laen ..

    Balas

  4. HyeraLee
    Jul 17, 2014 @ 11:06:58

    Huhuhu.. kok kyuppa ninggalin si hye sih.. ㅜㅜ si hye knp ga mutusin pcr’y spya si kyuppa ga ninggalin si hye.. hye kan cinta ma kyuppa ㅠㅠ

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: