Fanfiction : Please Stay With Me


Please Stay With me

 

Title                       : Please Stay With Me

Genre                   : Hurt, Romance

Cast                       : Park Jungsoo, Shin Jikyung

Length                  : Drabble

Author                  : VhianPumpkins

Recommended Song : Yui – Please Stay With Me

..o0o..

 

Shin Jikyung’s Point of View

 

Langit malam terasa berbeda, jauh berubah semenjak aku kehilangan dia. Hingga saat ini aku masih belum mengerti, apa kesalahanku hingga mendapatkan takdir seperti ini. Sudah kulakukan segala yang kubisa, sudah kurengkuh mimpiku walau dengan seujung kuku kemampuan yang kumiliki, sudah kumenangkan hati mereka agar bersedia menerima kehadiranku. Tapi, begitu aku memperoleh semua impianku, kenapa kau malah menghilang?

 

Park Jungsoo, dengarkan aku.

 

Jika saat ini kau mendengarku, maka tampakkanlah wujudmu. Aku ingin melihat wajahmu sekali ini saja. agar semua rasa rindu ini terobati. Agar rasa sesak di dada ini bisa menghilang kembali. Agar… aku lebih bisa merasakan apa itu hidup. Aku ingin melihatmu, Jungsoo-ya, aku akan mengorbankan apapun asal bisa melihatmu lagi.

 

Bersamamu dulu, seakan semuanya lebih baik. Kita tertawa, saling bercanda, dan saling bertukar pikiran. Hidup rasanya sangat indah jika bersamamu. Tidak seperti ini, hidup rasanya terbelenggu oleh rantai kesepian. Sepercik rasa kesal muncul di hatiku, menyakitkan, dan membuat napasku tercekat.

 

Kubiarkan rasa kesalku melayang pergi ke langit malam.

 

Andai dulu aku lebih menyenangkanmu, andai dulu aku bisa lebih memerhatikanmu. Aku tak ingin kau pergi, benar-benar tidak menginginkannya! Jika mampu kurengkuh dunia, hanya satu yang paling kuinginkan! Bersamamu!

 

Hanya bersamamu aku bisa bernapas lega. Hanya bersamamu aku bisa merasa hidup. Hanya bersamamu aku bisa merasa dicintai dengan tulus. Hanya bersamamu aku bisa merasakan kebahagiaan memiliki orang yang melindungi. Hanya bersamamu aku bisa merasakan cinta tak terbatas yang kauberikan padaku. Park Jungsoo, aku sangat merindukanmu.

 

Lihatlah keadaanku sekarang tanpamu. Aku hancur. Tak ada lagi semangat terlukis di wajahku. Jika kau masih memiliki rasa yang dinamakan cinta, datanglah padaku. Rangkul aku, tenangkan aku. Aku berharap kau mendengarkanku sekarang. Aku mohon, dengarkan aku sekali saja.

 

Aku membenci saat itu, saat terakhir aku bisa melihat wajahmu. Aku tahu aku tidak bisa melihat wajahmu lagi, tapi apa salahnya aku berharap?

 

Daun semakin kering, dan laut sungai makin surut. Tapi kenapa air mataku tak kunjung mengering seperti dedaunan, atau surut seperti sungai-sungai? Ada begitu banyak pertanyaan yang ingin kuucapkan, tapi kenapa kau begitu cepat pergi? Tetaplah bersamaku, kumohon tetaplah di sini.

 

Kebencianku pada malam itu semakin kurasakan, bercokol di hati yang paling dalam, palung hatiku. Kau mengatakan padaku aku harus tersenyum saat mengantarkan kepergianmu.

 

Bodoh!

 

Bagaimana mungkin aku bisa menampilkan senyumku jika kau tengah sekarat!

 

Park Jungsoo, kau benar-benar bodoh! Bodoh! Kau tidak mengetahui betapa cemas da khawatirnya aku saat itu. Satu kata dari dokter waktu itu, sungguh ingin aku melakban mulutnya. Kau tidak akan mati, kan? Kau akan selalu jadi Park Jungsoo yang selalu menjagaku, kan? Itu memang benar, bukan?

 

Konyol! Kenapa kau pergi tepat saat aku berhasil meraih impianku? Sadarkah kau, saat itu aku benar-benar ingin merayakan keberhasilanku bersamamu, hanya bersamamu. Tapi kenapa saat aku melihatmu, tubuhmu sudah semakin melemah? Kau… bagaimana mungkin aku sanggup melupakanmu?

 

Tersenyum, aku begitu berusaha tersenyum saat itu. Karena kau yang memintanya. Bodoh! Senyumku ini tidak akan pernah muncul! Hanya isakan yang keluar dari mulutku, dan itu karena kau, Bodoh! Karena kau yang tengah sekarat memendam rasa sakit di tubuhmu! Kenapa kau tidak memberitahuku sebelumnya?

 

Langit malam saat ini seolah berniat mengejekku, menumpahkan bebannya yang berat dalam bentuk butir-butir air hujan. Aku tidak merasakan apapun, aku merasakan kekosongan yang telah lama bercokol dalam jiwaku. Hatiku tergerus rasa sakit yang berkepanjangan.

 

Bagaimana mungkin aku hidup tanpamu, Park Jungsoo?

 

Kumohon, tetaplah bersamaku.

 

 

…o0o….

 

FF bikinanku barusan dalam waktu setengah jam. Semoga suka. J

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: