Fanfiction : I’m Behind You


I'm Behind You

Special Eunhyuk’s Birthday^^

Title                       : I’m Behind You

Cast                       : Eunhyuk, Minhee(OC)

Genre                   : Hurt

Length                  : Drabble

Backsound          : In My Dream by Super Junior

Author                  : VhianPumpkins

..o0o..

Minhee masih menunggu sosok namja yang dari tadi ia nanti kehadirannya. Eunhyuk, namja yang telah menjadi kekasihnya selama dua tahun ini masih belum menampakkan batang hidungnya. Dengan gelisah, Minhee mengetuk-ngetuk meja kecil di depannya. Hatinya benar-benar gusar menanti Eunhyuk yang tak kunjung datang.

Nyala lilin di atas kue tart di depannya tampak bergejolak pelan, sedikit akan padam karena angin dari tadi terus saja menerpa dengan pelan. Menyerah, Minhee mematikan nyala lilin itu. Ia melirik jam tangannya sekilas. Ini sudah jam delapan malam.

Seharusnya Eunhyuk datang dua jam lalu, agar mereka bisa menikmati sunset bersama sekaligus merayakan ulang tahun Eunhyuk hari ini. Namja berkulit putih itu belum datang, mengundang berbagai tanda tanya dalam hati Minhee.

“Oppa, kenapa kau masih belum datang?” tanya Minhee seorang diri. Ia merogoh saku jaketnya meraih ponsel  lalu menekan beberapa tombol. Selanjutnya ia menempelkan ponsel itu ke telinganya, berharap orang yang ia telepon mengangkat panggilannya.

Tidak aktif? Pertanyaan itu bergulir begitu saja di hati Minhee. Entah kenapa pikirannya berkecamuk menciptakan badai tersendiri di dirinya. Ia mencoba sekali lagi tapi hasilnya tetap sama. Ponsel kekasihnya sama sekali tidak aktif.

“Aish, kenapa dia tidak mengaktifkan ponselnya?” gumam Minhee sambil mengacak pelan rambut bagian tengkuknya.

Minhee bukanlah tipe gadis yang mau menunggu lama. Tapi sekarang adalah pengecualian karena ini hari spesial―ulang tahun Eunhyuk. Ia sudah merencanakan perayaan hari ini di tepi sungai Han ini, menyiapkan makan malam yang menarik dan romantis, membuat kue tart dengan penuh perasaan untuk Eunhyuk-nya. Tapi kini sosok yang dinantinya belum juga tampak. Gurat kekecewaan kembali menggores perasaannya.

Sekali lagi Minhee menghela napas lelah―sekaligus marah―karena Eunhyuk tak kunjung nampak. Minhee hanya bisa memainkan gantungan ponselnya untuk menghilangkan bosan.

Ia kemudian mengingat siang tadi saat ia memberitahu Eunhyuk mengenai rencananya ini.

 

“Oppa, kuharap kau mau datang ke sungai Han nanti sore,”

 

“Untuk apa?” tanya Eunhyuk dengan wajah penasaran. Tangan kanan namja ini mengelus lembut rambut Minhee yang berada di sampingnya.

 

“Aku ingin merayakan ulang tahunmu nanti. Kita rayakan bersama-sama!” ujar Minhee bersemangat.

 

“Whoa~ jjinja? Eum, baiklah, aku akan meluangkan waktu untukmu.” Jawab Eunhyuk sambil mengecup pipi Minhee singkat, meninggalkan rona kemerahan yang menjalar di wajah Minhee bahkan sampai ke telinganya.

 

“Jangan terlambat, ne? Oppa tahu bukan kalau aku sangat benci menunggu?”

 

Eunhyuk tersenyum manis. “Tentu saja. aku berjanji tidak akan terlambat!”

 

 

Minhee merasakan bola matanya memanas.

“Nyatanya sekarang kau malah mengingkari janjimu, Oppa! Apa kau lupa dengan janjimu sendiri? Atau… kau melupakanku?”

Jadi ini akan menjadi monolog kalau begitu? Minhee terus-terusan bergumam menyuarakan kegelisahan dalam hati tanpa seorang pun yang mendengarnya. Ini sudah jam delapan lebih, dan sosok Eunhyuk belum juga kelihatan di sekitar kawasan sungai Han yang gemerlap.

Angin malam semakin kuat berhembus, dingin yang menyembur terasa hingga ke kulit pucat Minhee. Yeoja ini mengeratkan syal yang ia pakai, menjaga agar suhu badannya tetap hangat. Bodoh! Ia bisa sakit jika berdiri di tempat itu terus-menerus! Tapi Minhee berkeras ingin tetap berada di tempat hingga Eunhyuk datang. Selanjutnya ia akan memarahi namja itu karena tega membiarkan seorang gadis berdiri di tepi sungai Han sendirian karena menunggunya datang.

Sesuatu terjatuh dari atas meja. Kalungnya.

Dengan tangan bergetar, Minhee memungut kalungnya yang jatuh itu dad bawah meja. Diamatinya kalung itu sampai ke detail. Gurat kekecawaan tampak begitu dominan di wajah Minhee. Kecewa, tentu saja kecewa! Ia merasa sangat tidak dihargai oleh Eunhyuk. Bagaimana bisa kekasih yang begitu ia percayai tega mengkhianati janjinya?

Kekasih… ia masih ingat dengan jelas saat Eunhyuk memberi kalung ini saat Minhee berulang tahun beberapa bulan lalu. Ia masih ingat saat namja itu memasangkan kalung tersebut ke lehernya, kemudian mengecup singkat bibirnya. Kenangan itu masih begitu membekas dan sangat sulit untuk diabaikan begitu saja. Jujur saja, itu salah satu kenangan paling bahagia yang pernah Minhee rasakan.

Minhee mendengus kecil, sebuah senyum muak tampak suram di wajahnya. Kedua mata Minhee mulai basah oleh butir-butir air mata, siap menetes. Sedikit saja berkedip, maka ia sudah tampak seperti orang yang menangis.

“Persetan dengan semuanya, Lee Hyukjae. Kau benar-benar pembohong!” umpat Minhee muak. Ia begitu kecewa pada Eunhyuk. Tak bisa dibayangkan betapa hancurnya hati Minhee sekarang. Eunhyuk tidak akan datang

Kaki Minhee terasa goyah. Tubuhnya melemas dan tak bertenaga. Mungkin karena udara malam yang kian mendingin, atau karena perasaannya yang tengah kacau. Yang jelas saat ini tubuh jatuh bersimpuh. Kulit kakinya beradu dengan dinginnya permukaan tanah bersemen di tepi sungai Han. Ia menutup wajahnya dengan kedua tangan, kemudian terisak di sana. Kedua telapa tangannya ia gunakan untuk menangkup wajahnya yang telah basah karena deraian benda bening, air mata yang terus saja mengalir tanpa tahu kapan berhenti.

“Bodoh! Eunhyuk bodoh! Aku membencimu, Oppa!” seru Minhee dengan suara paraunya. Isakan tak bisa berhenti keluar dari bibir tipisnya. Ia benar-benar terguncang saat ini.

Di belakang tubuh Minhee, tampak samar sosok lelaki yang sudah dari tadi Minhee nanti. Namja itu berdiri dengan gagah, walaupun wajahnya menyiratkan kepedihan yang dalam. Eunhyuk. Tubuh namja ini nyaris tembus pandang, hingga Minhee tidak menyadari kehadirannya. Bahkan tangannya sudah tidak terlihat lagi.

Eunhyuk benar-benar ingin menyentuh pundak Minhee, memeluknya untuk menenangkan gadis ini. Menyeka air mata yang berderai di wajah cantik Minhee. Tapi ia tidak bisa melakukan apapun sekarang, tubuh Eunhyuk tembus segalanya. Setetes air mata jatuh. Kali ini berasal dari Eunhyuk.

“Minhee-ya… mianhae…” bisik Eunhyuk, “aku tidak akan bisa menemuimu lagi mulai sekarang. Kumohon maafkan aku karena tidak bisa memenuhi janjiku.”

Sosok gadis di depannya tidak merespon perkataan Eunhyuk. Jelas saja, gadis ini sama sekali tidak bisa mendengar suara Euhyuk lagi.

“Kumohon, jangan membenciku… aku sangat mencintamu,” bisik Eunhyuk lagi. Kali ini dengan suara isakan yang terdengar jelas. Meskipun begitu Minhee masih tidak bisa menyadarinya.

Eunhyuk mengalami kecelakaan saat akan berangkat ke sungai Han sore tadi. Kecelakaan yang parah, hingga menyebabkan otaknya mengalami pendarahan sebelum akhirnya dinyatakan meninggal oleh para ahli medis di lokasi tabrakan. Jelas saja ponsel Eunhyuk tidak bisa dihubungi karena sudah hancur seperti bodi mobilnya.

Anehnya, tak ada orang yang menelepon Minhee untuk sekadar memberitahu gadis ini perihal kecelakaan yang menimpa Eunhyuk. Belum ada. Dan kini hanya tinggal menunggu waktu sebelum akhirnya Minhee berteriak histeris mendengar kabar meninggalnya Eunhyuk.

Berbaliklah, Minhee… aku di belakangmu…’

Suara bisikan itu menghilang ditelan angin, membumbung ke langit malam bersama dengan segala kepedihan yang bergumul di hatinya.

..o0o.. END ..o0o..

Ini FF dengan pengerjaan selama satu jam. Semoga suka deh…

Aku sebenarnya udah ngirim ini di page facebook yang ngadain lomba buat ultahnya Eunhyuk. Tapi ada kesalahan. Salahnya adalahh di peraturannya, FF harus happy ending. sedangkan di FF ini…. bisa dibilang tragis-ending(?)

Whatever deh. Pokoknya aku udah ngepost ini jadi gk ngeganjel rasanya…

Give comment please…^^

Gamsahamnida… ^^

2 Komentar (+add yours?)

  1. dhharu
    Des 12, 2013 @ 03:40:22

    YaTuhan sad ending..oh tragis ending..
    Kenapa nyesek banget ya unnie?;-;

    Wow satu jam! Daebak. Bikinnya pas lagi galau ya? Haha

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: